Read Time:2 Minute, 43 Second

NTT, kupang-media.net | Hemanus Thomas Boki, Ketua DPD KNPI Provinsi NTT angkat bicara terkait buruknya layanan PT. Elnusa Petrofin Waingapu dalam melayani pendistribusian BBM ke sejumlah SPBU dan Pertashop di daratan Pulau Sumba.

Kepada media ini, Rabu (11/1/2022) bertempat di Kediamannya, Herbok akrab di panggil mengungkapkan “Kekesalan atas buruknya layanan yang diberikan oleh PT. Elnusa Petrofin Waingapu kepada mitra Pertamina khusunya yang berada di wilayah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Lebih rinci Heri mengungkapkan, pihaknya (KNPI NTT) mendapat pengaduan masyarakat terkait buruknya layanan PT. Elnusa Petrofin Waingapu kepada mitra Pertamina yang ada melakukan. Atas Dumas tersebut, saya melakukan koordinasi dan pemantauan secara langsung sejak kemarin dan hari ini ke beberapa titik lokasi, diantaranya di lokasi Pertashop Waimangura; Pertashop Wetabula Kabupaten Sumba Darat Daya juga di lokasi Pertashop Lamboya Kabupaten Sumba Barat.

Lebih lanjut Heri menjelaskan,” Dari hasil pemantauan di lapangan, benar ditemukan adanya kelemahan bahkan buruknya layanan distribusi BBM oleh pihak PT. Elnusa Petrofin Waingapu kepada mitra Pertamina yang ada di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Armada angkut (mobil tangki) yang disediakan oleh PT. Elnusa Petrofin Waingapu untuk melakukan pendistribusian BBM sesuai permintaan dan/atau penebusan yang dilakukan oleh masing-masing mitra Pertamina, terkesan dipaksakan oleh PT. Elnusa Petrofin Waingapu padahal mobil tangku tersebut memiliki kekurangan yaitu pompa meter (pomet) yang rusak.

Rusaknya pomet pada mobil tangki milik PT. Elnusa Petrofin Waingapu sudah tentu merugikan mitra Pertamina karena tidak bisa melakukan penjualan dan pelayanan kebutuhan BBM kepada masyarakat dikarenakan waktu pengisian BBM di tiap titik lokasi membutuhkan waktu berjam-jam dan sangat tidak normal.”Tegas Heri

Terpantau misalnya, di Pertashop CV. Kopi Dana Persada berlokasi di Waimangura dengan kapasitas tangki 3KL,  pengisian dilakukan pada Selasa, 10 Januari 2023 jam 14.00 Wita dan baru selesai keesokan harinya Rabu, 11 Januari 2023 jam 02.00 Wita (dini hari).”Ungkap Heri

Selanjutnya Kata Heri, “Di titik Pertashop CV. Cendana Wangi yang berlokasi di Weetabula dengan kapasitas tangki yang sama (3KL), pengisian dilakukan pada Rabu, 11 Januari 2023 Jam 03.00 Wita (dini hari), baru selesai jam 08.00 Wita.  Kemudian di titik Pertashop CV. Yayan Yenti yang berlokasi di Kabu Karudi, Lamboya Sumba Barat, kapasitas tangki yang sama 3Kl, dengan permintaan BBM hanya 2Kl, dilakukan pengisian dari jam 09.45 Wita sampai saat ini jam 17.00 Wita tidak kunjung selesai. Yang seharusnya secara normal jika tidak ada masalah dengan pomet pada armada angkut milik  PT. Elnusa Petrofin Waingapu, maka distribusi BBM terselesaikan dalam sehari bukan dua hari, tiga hari atau bahkan berhari-hari.

Layanan PT. Elnusa Petrofin Waingapu di awal tahun 2023 ini sangat buruk dan perlu segera dilakukan evaluasi dan pembenahan layanan. Ini tanggung jawab yang harus segera diselesaikan secara sadar oleh pihak PT. Elnusa Petrofin Waingapu. Jangan hanya sekedar mengejar keuntungan tetapi tidak memperhatikan kualitas layanan.
Dalam kekesalannya Heri Boki mengatakan, kalau pihak PT. Elnusa Petrofin Waingapu tidak bisa melakukan pembenahan dengan mengganti fasilitas Pomet yang baik dan berkualitas pada armada angkut BBM, maka pihaknya (KNPI NTT) akan menggalang dana dan menyumbangkannya kepada PT. Elnusa Petrofin Waingapu untuk bisa membeli dan mengganti Pomet pada armada angkut, agar layanan distribusi BBM bisa berjalan dengan baik dan normal pada satu sisi dan mitra pertamina juga dapat melayani kebutuhan masyarakat akan kebutuhan BBM dengan tidak ada kendala, “Tutup Herbok. (*Tim

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Pin Up Casino U Principal Destino Para Os Jogadores Brasileiro
Next post Rawat Kupang Hijau, Teman Jeriko & Komunitas Orang Muda, Besok Tanam Sepe di Manulai II