Read Time:1 Minute, 24 Second

NTT, kupang-media.net | Sebagai salah satu miniatur Indonesia, wilayah kepulauan dan beraagamnya budaya, suara dan aksi iklim NTT/FLOBAMORATAS meliputi wilayah Flores, Sumba, Timor, Rote, Alor, Lambat, Adonara dan Sabu Raijua perlu lebih diakomudir. Pesta Raya Flobamoratas ini, hadir sebagai ruang publik. Hal ini dinyatakan melalui Konfrensi Pers dan Diskusi Peluncuran Festival Budaya Lokal NTT menuju Pesta Raya Flobamoratas bertempat di Aula Eltari Kantor QqGubernur Nusa Tenggara Timur, Kamis, (17/11)

Konfrensi Pers dan Diskusi Peluncuran Festival Budaya Lokal NTT menuju Pesta Raya Flobamoratas mengambil thema” Masyarakat NTT Sebagai Praktik Baik Indonesia beradaptasi dari Perubahan iklim

Sebagai narasumber pada Konfrensi Pers dan Diskusi Peluncuran Festival Budaya Lokal NTT menuju Pesta Raya Flobamoratas adalah; Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Aleta Baun, Aktivis dan Tokoh Masyarakat NTT , Arti Indalah Tjakranegara, Country Engagement Manager Indonesia – Voices for Climate
Action – Hivos Indonesia, Yurgen Nubatonis, Perwakilan Pesta Raya Flobamoratas, Magdalena Oa Eda Tukan, Perwakilan Komunitas Anak Muda, Simpasio Institute

Konfrensi Pers dan Diskusi Peluncuran Festival Budaya Lokal NTT menuju Pesta Raya Flobamoratas di dalksanakan oleh Voices For Just Climate Aktion (VCA) bekerja sama dengan Tribun Kupang, dengan tujuan; “Meningkatkan pemahaman media massa terkait perubahan iklim di Indonesia, termasuk dampak yang dirasakan oleh masyarakat dan potensi solusi iklim berbasis lokal, dengan data dan informasi terbaru, Memperkenalkan Pesta Raya Flobamoratas dan tujuan dari program ini, Membuka jejaring dan kemitraan yang dihadiri oleh para perwakilan penyelenggara dan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan (Pemerintah, Aktivis, Figur Publik,
Akademisi, Jurnalis, dan/atau juga Swasta) dan Meningkatkan porsi pemberitaan terkait dampak, solusi, dan aksi iklim yang dilakukan oleh masyarakat sipil di nasional dan Nusa Tenggara Timur. (*AB

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Bunda Julie Laiskodat Raih Penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka 2022
Next post 408 Nakes Kota Kupang Belum Terima Insentif Covid, Walde Taek: Ada 1 Milyar Lebih Yang Harus Dibayar